Jika dahulu ak sering menulis di hape sebelum tidur, maka kali ini kulakukan hal yang sama. Sekarang udah pukul dua pagi. Suasana di kamarku hanya sepi tak mencekam. Bohlam 5/10 watt menerangi kamarku yang lebarana skitar 6x3 meter. Hanya tiga bunyi yg bisa kudengar: suara jarum jam berdetak, suara keypad hp yg kutekan dengan cepat, dan suara kendaraan yg timbultenggelam masih muncul juga [jd kepikiran mreka blm tidur-lg pada ngapain].
Ketenangan yang kuinginkan sudah kudapat, namun apalagi? Datangnya ide memang tak bisa dipaksa. Sampe jari"ku terus bergerak ini, ak tak tahu apa yg ingin ak ceritakan. Tapi kali ini, ak menulis dengan hati.
Kejadian yang kuingat [dan ingin kuceritakan] hanya beberapa, seperti tayangan Take Me/Him Out di indosiar. Ak rasa televisi itu berhutang besar pada Coky Sitohang, dua acara yg dibawakanna berhasil menarik para penonton kembali [*dilihat sejak jaman AFI berkumandang]. Tayangan Take Me/Him Out [TM/HO] pada akhirna ditayangkan berulang" demi mendapat iklan, atau lebih tepatna biar tak menjadi televisi tetangga yg dinyatakan 'pailit'. Siang hari ada, malam hari juga ada!
Ak biasana melihat TM/HO pada tahap awal saja, tak sampe pada 'Romantic-Room' or sumthin. Pendapatku sih asik" aja, namun ak tidak suka saat para 'pemilih' [yang terdiri dari puluhan wanita] mulai beralasan ini itu. Ada lelaki pas hari Minggu siang terpaksa gigit jari akibat tak ada wanita yang memilihna. Padahal menurutku, profil si cowok ini cukup mapan; kantor oke, pakaian oke dan pinter. Namun ada satu hal yang lumayan jadi pertimbangan the-girls, pria ini berkacamata dan tampangnya rapi-nerdie gitu lah.
Setelah video profil terakhir selesai diputar, lampu" di depan the-girls pada mati. *bles, bles, sleb!
Lalu Coky menghampiri salah satu dari gerombolan the-girls. Coky ingin tahu alesan dari salah satu cewe" itu..
Coky: Knapa kamu ga milih si-A buat jadi pasanganmu? Padahal kan dia mapan, ganteng pula.
[sebut saja] Lucy: ummm, iya ci, tapi dia keknyaaaa, umm, "Kurang Nakal!" gituu. Cowo kan harus gentle, menantang deh pokokna.
Mas Coky ga homo kan??
Bla-bla-bla, sang pria yang kulupa namanya pun sgera pamit dari hadapan thegirls - tentu saja - dengan tangan kosong, tanpa gandengan!
Kupikir lagi, apakah wanita di Jakarta banyak yang gitu? Yang melihat dari fisik pria yang seharusna 'nakal'. Kata 'Gentle' yang dia sebut kan berarti lembut, ak rasa pria itu sudah memilikina. Ak jadi pengen ikutan THO; disamping bertampang ga beres, ikut gituan juga dapet duit, teringat sms dari Mas Miuz seniorku bulan lalu:
"Lg liat take him out.tiba2x trctus ide wt sms km.ge by kmkn bnyk wkt luang man ngrjain skrpsi.ikt j take him out lmyn 1 episode dbyr 500rb.he2x.trtrk?"
he, dasar edan tuh orang, ak kan masih perjaka [*hubungannya?], ahaha. Yang jelas ak ga tau apa yang orang lihat dari para calon pasangan; kadang mreka liat usiana, tebel kantongna, agamana sampai tampangna. Tayangan itu mendidik jika dipertontonkan dengan label 'Bimbingan Orangtua' atau malah 'Restricted' karena takut anakku nanti akan berkata, "Pah, bsk ak ga mau cari pacar ah! Pengen ikutan Tek Him Ot aja biar bisa milih cewek yg cantik2, lucu2! Dengan mudah dan cepat!". Ak khawatir kalo tanpa pendekatan lebih kepada calon pasangan akan berdampak buruk pula di kemudian hari, udah serasa dalam balai lelang atau malah Pegadaian.
Atau ak malah bakal jawab: "Km cari di disko aja, kan sekali kenal langsung dapet yang lucu2 tuh!"

sedug-sedug-ajeb-ajep
Ak salut dan suka ma Coky, tp untuk tayangan dia yang satu itu, 75% ak berkata 'tidak' deh, ganti berita lokal aja, yang berisi:
-Tim 8
-Susno Duancuk [kata mas Adib Hidayat RS]
-KPK
-PoLRi
-2012
-Buaya vs Cicak
-Tikus vs Alkohol
*tipsy!
---------
Playlist:
*Ello, Ipang dkk - Buka Semangat Baru [bener" bikin semangat]
*[Album] Nowhere to Go by Endah n Rhesa [ringan, menenangkan, jenius!]
*[Album] Lantai Merah by Monkey to Millionaire
*Nidji - Ku Takkan Bisa
*[Album] SMELL LIKE FISH TASTE LIKE CHICKEN by Kungpow Chickens




